Awas! 11 Hal Ini Jangan Anda Katakan Saat Wawancara Kerja


Ilustrasi wawancara kerjafizkes
Memang, tidak ada seseorang didunia ini yang sempurna. Namun, agar terlihat profesional Anda masih bisa menunjukkan pribadi yang diinginkan tersebut saat wawancara kerja.
Sayangnya, ada orang yang tidak bisa memanfaatkan kesempatan wawancara kerja sebaik mungkin, atau malah menghancurkan peluang mereka. Kuncinya: berhati-hatilah dalam berkata dan bertanya.
Di satu sisi, mengajukan berbagai pertanyaan kepada perusahaan yang mewawancarai Anda adalah hal baik, tetapi jika tidak sesuai konteks hal itu bisa jadi pertanda buruk bagi kesempatan diterimanya Anda di perusahaan.
Olah dan pikirkan dulu setiap kata yang akan Anda ucapkan. Cara berkomunikasi bisa jadi salah satu kualifikasi yang akan membawa pada tahap selanjutnya, jadi perhatikanlah perkataan yang akan Anda ucapkan.
Berikut beberapa hal yang harus dihindari saat wawancara kerja, seperti dikutip dari  Business Insider. 
1. Apa yang sudah perusahaan ini lakukan?
Anda bisa menemukan latar belakang perusahaan ini di pencarian google. Tak perlu menanyakan hal ini saat wawancara.
2. Menanyakan pertanyaan pribadi yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan
Hal apapun yang tidak berkaitan dengan pekerjaan, hindari. Apalagi menyangkut hal-hal pribadi dari pewawancara. Seperti: Anda sudah menikah? Anda sedang hamil?
3. Jangan keluarkan kata yang mengekspresikan makian atau bahasa slang
Jangan sekali-kali mengekspresikan sesuatu memakai kata makian, kalau perlu bahasa slang/ gaul pun hindari. Anda tidak mungkin berkata "anjay" ketika mendiskusikan sesuatu dengan pewawancara Anda.
4. Saya menginginkan pekerjaan Anda
Jangan mengatakan Anda menginginkan pekerjaan orang lain, tapi Anda tidak melamar pada pekerjaan tersebut.
5.  Saya akan pindah beberapa tahun lagi
Lebih baik Anda tidak mengungkapkan hal ini sama sekali
6. (Pekerjaan) Ini bukan pilihan utama saya
Anda mungkin memiliki pekerjaan impian yang sangat Anda harapkan, tapi jangan membuat pewawancara merasa seperti Anda tidak menghargai tawaran mereka
7.  Sebaiknya saya mendapatkan pekerjaan ini, atau...
Bahkan jika hanya bercanda, Anda akan dicap sebagai orang yang menyeramkan dan terlalu agresif loh. Menjadi optimis itu perlu, tapi menjadi agresif adalah berlebihan.
8. Jika saya tidak mendapatkan pekerjaan ini, saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan...'
Ingat ini, pewawancara tidak akan membiarkan diri mereka merasa bersalah untuk menolak Anda, jadi jangan 'baper' alias bawa perasaan hingga mengungkapkan kisah pribadi yang menyedihkan di depan mereka.
9.  Jangan menggoda pewawancara!
Jangan main-main dengan pewawancara Anda. Percayalah, secair apapun Anda saat wawancara, taktik ini mungkin akan berakhir buruk dengan ditolaknya Anda dari perusahaan.
10.  Saya sedang wawancara posisi apa ya?
Bagaimana Anda bahkan sampai sejauh ini dalam prosesnya jika Anda tidak tahu posisi seperti apa Anda sedang diwawancara?
Jika Anda benar-benar bingung, cobalah bertanya kepada orang lain yang berhasil dalam pekerjaan itu seperti apa rasanya dan bagaiman tanggung jawabnya, sehingga mengurangi kesan "tidak tahu apa-apa". Atau mungkin lebih parahnya, Anda tidak tahu posisi apa yang Anda akan isi dalam wawancara ini. Jangan sampai ya.
11. Saya membenci atasan saya sebelumnya
Bahkan jika perusahaan terakhir Anda penuh drama dan cobaan yang memaksa Anda untuk berhenti, simpan itu untuk diri Anda sendiri dan carilah hal yang positif dari pengalaman Anda di sana. Pewawancara ingin mengetahui apakah Anda cocok untuk perusahaannya, bukan mendengar Anda mengeluh tentang pekerjaan Anda di masa lalu.

Penulis: Putri Syifa Nurfadilah

Post a Comment

0 Comments

close